Lick Me Chocolate Fountain
Franchise biasanya identik dengan menjual keunggulan produk. Tapi bagaimana jika produknya sudah menjamur? Masih ada cara lain yakni menjual konsep, seperti yang dilakukan Lick Me Chocolate Fountain. 
Pada umumnya, para pelaku bisnis yang ingin mengembangkan bisnis mereka dengan sistem franchise, akan menonjolkan produk yang mereka franchise-kan. Tapi, tidak dengan Lick Me Chocolate Fountain, yang justru menjual konsep pengelolaannya. Sebab, boleh dibilang, produk ini sangat mudah dan umum, yaitu sekadar menggabungkan buah-buahan segar dengan cokelat leleh. Sehingga, setiap orang dapat membuka bisnis semacam ini.
Bahkan, di mancanegara, usaha seperti ini boleh dibilang sudah (meminjam istilahnya anak gaul) basi. Sementara, sebagian besar dari mereka yang menjalankan usaha ini di Tanah Air, melakukannya dalam kapasitas kecil-kecilan dan seadanya. Yang penting murah. Sehingga, pada akhirnya, terkesan murahan. Berbeda dengan Lick Me, yang di sajikan dengan cara berbeda yaitu dengan harga terjangkau, bukan murah. Selain itu, juga berlokasi di berbagai mal dan dengan gerobak yang tampilannya mengundang senyum konsumen.
Produk ini menggabungan antara buah-buahan segar (pir, stroberi, anggur, apel, kiwi, mangga, dan pisang, serta marshmallow) dan cokelat leleh (rasa coklat, stroberi, lemon, mint, dan whitemilk). Untuk mengonsumsinya harus dijilat.
Lick Me tidak menggunakan buah-buahan asli Indonesia, seperti pepaya atau nenas, mengingat buah-buahan ini cenderung basah. Sehingga, akan membuat tekstur cokelat rusak. Cokelat itu tidak tahan air dan hanya mampu bertahan maksimal empat hari. Sebab itulah, digunakan buah yang gurih, lezat, dan tidak basah yang notabene tidak akan membuat cokelat yang antiair akan menggumpal.
Prinsip dasarnya, ia melanjutkan, usaha makanan itu harus fresh. Nah, kesegaran pada makanan itu terletak pada buah-buahan. Di sisi lain, tidak pernah ada orang tua yang melarang anak-anak mereka makan buah. Sedangkan cokelat, boleh dibilang, hampir tidak memiliki efek samping. Bahkan, dapat membuat anak-anak lebih berenergi tanpa perlu banyak makan. Selain itu, juga meningkatkan daya tahan mereka, karena mengandung unsur-unsur antioksidan. Lebih dari itu, kelezatannya akan sangat terasa ketika cokelat itu dilelehkan.
disadur dari www.majalahpengusaha.com












Thanks atas artikelnya..
Hai saya berminat dengan usaha ini.. Rencana nya saya mao coba buka di salah satu mall di pekan baru, di tempat ini belum ada bisnis semacam ini
Tolong infonya yah
maaf untuk contact person, saya tidak mendapatkan info. jika mendapatkan info tsb. saya akan segera info kan ke ibu