Cerita Sukses
Umur 30 sukses menjadi CEO
by admin on Jan.20, 2010, under Cerita Sukses
Kegagalan mengelola beberapa bisnis menjadi pelajaran berharga bagi Mada Azhari. Kendati tidak memiliki latar belakang pendidikan media, ia punya ketertarikan yang besar terhadap bisnis media. 
Usia muda selalu dipenuhi ide-ide kreatif. Termasuk semangat menyala-nyala yang seringkali membuahkan berbagai keputusan berani. Dalam banyak hal, para entrepreneur muda, khususnya, selalu berprinsip: cepat ambil keputusan, resiko belakangan. Karakteristik semacam ini sangat lazim dijumpai dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Mereka bahkan tak lagi memandang dunia bisnis sebagai ‘momok’ yang mesti ditakuti.
Keberanian. Itulah yang kerap diajarkan oleh Mada Azhari, pendiri sekaligus pemilik beberapa perusahaan. ”Saya sering menyarankan kaum muda untuk tidak takut terjun ke dunia bisnis. Pilihlah bisnis yang sesuai passion. Karena faktanya banyak pengusaha sukses yang lahir dari sana,” ujar Mada. Pria berusia 29 tahun ini tentu tidak asal bicara. Ia telah melewati beragam pengalaman bisnis dari yang manis hingga yang paling getir. (continue reading…)
Martabak Alim
by admin on Dec.15, 2009, under Cerita Sukses, Waralaba
Hidup dari penghasilan pas-pasan bahkan terkadang kurang, membuat pria yang akrab disapa Alim ini gonta-ganti profesi. Mulai dari kuli bangunan, kernet, sopir angkot, sampai tukang mie gerobak pernah dijalaninya. Tekad yang bulat mengubah nasibnya menjadi lebih baik sehingga ia membuka usaha martabak pada 20 November 2007 dengan modal hanya Rp 13 juta yang digunakan untuk kontrak tempat usaha 2 x 2m Rp 6 juta dan beli bahan baku Rp 7 juta.
Waktu booming BreadTalk di daerahnya, ALim meneliti bahwa antrean di sana disebabkan oleh varian rasa. Hal ini yang menginspirasikan Alim membuka usaha martabak, dan kebetulan pula dia besar dari keluarga penjual martabak. (continue reading…)
Eks Sopir yang Sukses Jadi Pengusaha Ritel
by admin on Sep.08, 2009, under Cerita Sukses
Mukesh “Micky” Jagtiani dikenal sebagai salah satu pengusaha ritel dunia. Dari imperium bisnisnya di bawah bendera Landmark Group, pundi-pundi kekayaannya ditaksir mencapai USD2,5 miliar (Rp25 triliun).
Kisah hidup Jagtiani tidak dilewati dengan mudah. Banyak hambatan dan rintangan yang mesti dia tempuh. Bahkan dia berkali-kali harus mengalami kegagalan dan kejatuhan. Di masa muda Jagtiani tergolong anak nakal. Pada usia 17 tahun dia gagal menyelesaikan pendidikannya di sekolah akuntansi di London.
Biaya kuliah yang diberikan keluarganya malah dihabiskan untuk mabuk-mabukan dan merokok. Malu kembali ke
Saudara laki-laki tertuanya, Mahesh, meninggal karena leukemia. Ayahnya menyusul meninggalkannya untuk selamanya karena diabetes beberapa bulan kemudian. Belum reda air mata, menyusul ibunya meninggal karena kanker. Saat itu Jagtiani baru berusia 21 tahun. “Saya menjadi yatim piatu,” ungkap Jagtiani mengenang.
Tak ada keluarga, pekerjaan, dan pendidikan mendorong Jagtiani kembali ke negara asalnya,
Toko tersebut menyediakan kebutuhan bayi para keluarga ekspatriat yang waktu itu membanjiri Afrika Selatan. Karena belum memiliki staf, Jagtiani mengerjakan semua operasional toko sendiri. Berbelanja, melayani, hingga mengepel toko lantai dilakukannya sendiri. “Saya benar-benar memulainya dari nol,” tutur Jagtiani.
Dia mengaku tak pernah meninggalkan pekerjaan kasar, bahkan hingga dia mampu menabung. Tak dinyana, dari sebuah baby shop kecil tersebut, suami dari Renuka Jagtiani dan ayah dari tiga anak itu kini menjelma menjadi seorang miliarder bisnis ritel dunia di bawah bendera Landmark Group yang berbasis di Dubai.
Lebih dari 840 toko kini telah dimilikinya dan tersebar di 10 negara, seperti di negara-negara Teluk, India, Spanyol dan China. Imperium bisnisnya bahkan bakal semakin tumbuh besar seiring rencana-rencana ke depan. Dikabarkan, Jagtiani berencana mengakuisisi aset bisnis ritel di Inggris dan Amerika.
Beberapa perusahaan ritel yang hendak dibelinya adalah Primark, New Look, dan Abercrombie & Fitch. Zara, Pull and Bear, serta Saks and Bloomingdales juga menarik minatnya.
Berkat kesuksesannya itu Jagtiani pun sempat mendapat beberapa penghargaan. Pada 2007 dia meraih penghargaan Retail Personality of The Year dalam penghargaan tahunan ritel di Timur Tengah.
Sukses tersebut membuat Jagtiani mendapat respek luar biasa di
