<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Peluang Bisnis dan Info Franchise &#187; Just Curious</title>
	<atom:link href="http://www.groovylegacy.com/category/just_curious/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.groovylegacy.com</link>
	<description>Bacaan untuk Belajar Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Aug 2010 01:05:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Franchise Batagor Jepang Takashi Mura</title>
		<link>http://www.groovylegacy.com/2010/07/franchise-batagor-jepang-takashi-mura/</link>
		<comments>http://www.groovylegacy.com/2010/07/franchise-batagor-jepang-takashi-mura/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 08:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Waralaba]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis makanan]]></category>
		<category><![CDATA[franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.groovylegacy.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Tren jajanan lokal bernama batagor bermula dari Bandung, Jawa Barat. Sebenarnya, nama batagor ini merupakan akronim dari kata bakso tahu goreng. Wujud batagor memang tahu berbalut tepung lalu digoreng. Dari jajanan pinggir jalan, pamor batagor naik kelas. Jajanan ini tak lagi hanya ada di Kota Kembang melainkan melebar hingga luar kota. Batagor juga sudah ngetren [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tren jajanan lokal bernama batagor bermula dari Bandung, Jawa Barat. Sebenarnya, nama batagor ini merupakan akronim dari kata bakso tahu goreng. Wujud batagor memang tahu berbalut tepung lalu digoreng.</p>
<p>Dari jajanan pinggir jalan, pamor batagor naik kelas. Jajanan ini tak lagi hanya ada di Kota Kembang melainkan melebar hingga luar kota.</p>
<p>Batagor juga sudah ngetren di Malang, Jawa Timur. Ridwan Abadi adalah salah satu pelaku usaha kuliner yang menjual panganan ini. Bisnisnya berawal sejak tahun 2008, ketika ia mendirikan sebuah restoran bernama Dapur Unik. Restoran ini menjual aneka makanan dari berbagai daerah, termasuk batagor.<span id="more-313"></span></p>
<p>Dari Dapur Unik, bisnis Ridwan justru bergulir menjadi bisnis batagor yang dijual di atas gerobak dan <em>booth</em>. Namanya Batagor Jepang Takashi Mura (BJTM</p>
<p>Bukan tanpa alasan Ridwan mengusung nama BJTM. Panganan buatannya berbeda dengan batagor yang banyak di pasaran. Demi menghadirkan citarasa Jepang, dia menyuguhkan bakso dengan rasa ikan dan udang serta tahu katsu. Selain bakso dan udang, ada delapan jenis makanan lagi yang dia suguhkan. Untuk sausnya, dia menyajikan pilihan lain di luar saus kacang, yakni saus teriyaki dan saus mayones.</p>
<p>Harganya Rp 800 hingga Rp 2.000 per item makanan. Pembeli bisa memadupadankan seporsi batagor dengan jenis makanan lain.</p>
<p>Saat ini, Ridwan mempunyai tiga gerai di Malang. Setiap gerainya bisa menjual 600-1.000 item makanan sehari, dengan omzet Rp 18 juta per bulan per gerai.</p>
<p><strong>Royalty setelah BEP </strong></p>
<p>Berharap usahanya kian maju, Ridwan menawarkan konsep kemitraan sejak Februari tahun ini. Dia telah menggandeng 17 mitra, yang tersebar di Surabaya, Semarang, Salatiga, Ambarawa, Kudus, Demak, Tangerang, dan Depok</p>
<p>Ada tiga paket kemitraan BJTM, yakni Paket Gerobak dengan investasi awal Rp 25 juta, Paket Booth Rp 35 juta, dan Paket Indoor Rp 50 juta. Nilai tersebut sudah termasuk biaya jalinan kerjasama selama tiga tahun Rp 10 juta. Setelah tiga tahun, mitra bisa melanjutkan kerjasama dengan membayar Rp 10 juta.</p>
<p>Selama kerjasama, mitra harus membeli bahan baku dari pusat, seperti beragam makanan dan saus BJTM. Omzet Ridwan dari penjualan bahan baku ke mitra Rp 60 jutaRp 90 juta per bulan.</p>
<p>Syarat lainnya mengenai pungutan royalti. Ridwan bakal mengutip royalti sebesar 2,5 persen dari omzet per bulan para mitranya yang akan dipungut setelah BEP.</p>
<p>disadur dan edit dari <a href="http://www.kompas.com">www.kompas.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.groovylegacy.com/2010/07/franchise-batagor-jepang-takashi-mura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awal Bengkel Bubut, Kini omset Rp 2 M</title>
		<link>http://www.groovylegacy.com/2010/06/awal-bengkel-bubut-kini-omset-rp-2-m/</link>
		<comments>http://www.groovylegacy.com/2010/06/awal-bengkel-bubut-kini-omset-rp-2-m/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 05:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[bengkel]]></category>
		<category><![CDATA[otomotif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.groovylegacy.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Langgeng Lujito, 41, mencoba berwirausaha sejak usia muda. Kegigihan dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Sebagai pengusaha bengkel bubut, dia kini memiliki ratusan pelanggan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kondisi ekonomi yang serba sulit membuat Langgeng Lujito bertekad mengubah nasib. Dia mulai merintis usaha dengan membuka toko oli pada 1989. Saat itu Langgeng Lujito masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langgeng Lujito, 41, mencoba berwirausaha sejak usia muda. Kegigihan dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Sebagai pengusaha bengkel bubut, dia kini memiliki ratusan pelanggan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.</p>
<p>Kondisi ekonomi yang serba sulit membuat Langgeng Lujito bertekad mengubah nasib. Dia mulai merintis usaha dengan membuka toko oli pada 1989. Saat itu Langgeng Lujito masih duduk di kelas dua SMA PGRI Ngawi, Jawa Timur.</p>
<p>Pada saat teman-temannya masih asyik bermain seusai pulang sekolah, Langgeng justru sibuk mengelola bisnis. Lambat laun usaha yang digelutinya berkembang. Namun, persaingan usaha oli di Ngawi saat itu sudah sangat ketat. Sambil terus menjalankan bisnis oli, dia berpikir untuk mengembangkan usaha lain.<span id="more-281"></span></p>
<p>Seusai lulus dari SMA PGRI Ngawi, Langgeng bukannya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, melainkan malah serius menekuni usaha. Tekadnya sudah bulat. Dia ingin memiliki usaha sendiri.</p>
<p>Dia merasakan banyak pelajaran yang bisa dipetik dari menekuni usaha mandiri. Langgeng mulai berpikir untuk menaikkan kelas usahanya. Pada 1993,berbekal tabungan dari usahanya,dia membuka usaha bengkel bubut di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Beran, Kota Ngawi.</p>
<p>Letak usaha bengkel itu sangat strategis lantaran berada di jalan utama penghubung Ngawi-Solo.Kala itu dia berpikir, usaha bengkel yang khusus melayani jasa bubut automotif belum ada di Ngawi.</p>
<p>Sebagai modal awal, dia membeli satu mesin bubut kecil, satu mesin kolter untuk sepeda motor, dan peralatan las. Modal yang dikeluarkan sekira Rp20 juta. Selain itu, dia juga merekrut teknisi yang mengerti tentang mesin mobil,sepeda motor, sekaligus bisa mengoperasikan mesin bubut dan mesin kolter.</p>
<p>Ketika itu, usaha bengkelnya masih sederhana dan sangat terbatas. Langgeng mengaku awalnya tidak menguasai soal bongkar pasang mesin sepeda motor atau mobil. Tapi, tekadnya saat itu sangat kuat, ingin menekuni usaha sambil belajar.</p>
<p>“Meski saya yang memiliki bengkel, tapi saya saat itu tak segan untuk belajar bongkar pasang mesin sepeda motor atau mobil. Prinsip saya, kalau mau belajar, akan bisa. Kemampuan itu bisa diasah asalkan mau belajar,” ujarnya.</p>
<p>Seperti lazimnya membuka usaha baru, tahap-tahap awal selalu menemui banyak kendala. Belum banyak yang mengenal usahanya. Namun, Langgeng pantang menyerah. Dia lantas berpromosi dan berupaya mengenalkan usaha bengkel bubut automotif ke sejumlah bengkel sepeda motor dan mobil di Ngawi. Upayanya ternyata berhasil.</p>
<p>Dalam hitungan enam bulan, banyak pelanggan yang mulai berdatangan ke usaha bengkel bubut miliknya. Bukan hanya dari Ngawi, melainkan juga dari Madiun, Bojonegoro, Cepu, Sragen, Nganjuk, Kediri, dan beberapa daerah lain.</p>
<p>Dia juga terus menambah pekerjanya dari semula hanya empat orang menjadi 24 orang. Selain tenaga teknisi, usaha bengkel bubut milik Langgeng Lujito juga sering digunakan untuk latihan kerja bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terutama jurusan perbengkelan.</p>
<p>SMK Sragen, SMK Geneng, SMK PGRI Ngawi, bahkan hampir setiap tahun mengirimkan siswa untuk belajar dan mendapatkan keterampilan perbengkelan di bengkel bubut Langgeng tersebut.</p>
<p>“Kalau sudah bisa dan terampil, saya persilakan mereka membuka usaha bengkel sendiri. Saya senang kalau ada anak didik saya berhasil membuka usaha sendiri. Mereka menjadi mandiri dan tidak bergantung pada orang lain,” ujar Langgeng.</p>
<p>Namun, menjalani usaha terutama di bidang jasa bengkel bubut juga ada pasang surutnya.Apalagi, pada 2000 ke atas, usaha bengkel yang menyediakan jasa bubut automotif mulai merebak di Ngawi. Langgeng Lujito melihat kenyataan itu sebagai hal wajar seiring pesatnya perkembangan automotif.</p>
<p>Langgeng Lujito terus berinovasi agar tetap bisa eksis di dunia usaha jasa automotif. Setelah melalui perhitungan yang cermat, pada 2005, Langgeng membuka toko suku cadang sepeda motor dan mobil.</p>
<p>Untuk menambah modal, dia meminjam dana dari Bank Tabungan Negara (Bank BTN) Kantor Cabang Madiun sebesar Rp500 juta. Pinjaman modal itu sangat membantu usaha toko suku cadang yang juga diberi nama Langgeng tersebut.</p>
<p>Dalam perjalanannya, usaha bengkel bubut automotif yang kemudian dilengkapi usaha suku cadang semakin berkibar. Kini dia setidaknya memiliki 400 pelanggan jaringan bengkel yang ada di Jatim dan Jateng.</p>
<p>Selain itu, dia juga memiliki pelanggan setia yang tersebar di Ngawi dan Madiun. “Prinsip saya dalam menekuni usaha ini adalah berusaha memberikan yang terbaik pada pelanggan. Kalau ada pelanggan yang merasa tidak puas,saya akan mencoba memahami dan memberi pelayanan lebih lagi,” ujar Langgeng yang kini telah dikaruniai tiga anak dari pernikahannya dengan Darwati, 39, tersebut.</p>
<p>Kemampuan Langgeng Lujito mengelola dan mengembangkan usaha kian terasah dan teruji. Boleh dibilang, usaha bengkel bubut automotif dan suku cadang miliknya kini sudah mapan. Dia memiliki dua mobil operasional. Asetnya telah berkembang menjadi lebih dari Rp2 miliar. Adapun omzet per bulan rata-rata mencapai Rp50 juta.</p>
<p>Namun, cita-cita Langgeng Lujito tidak berhenti hanya di sini. Dia ingin keberhasilan yang telah direngkuh selama ini juga bisa dirasakan oleh generasi muda. Ke depan Langgeng Lujito berkeinginan membuka balai latihan kerja di Ngawi demi mendidik anak-anak muda hingga memiliki ketrampilan perbengkelan disini.</p>
<p>disadur dari www.okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.groovylegacy.com/2010/06/awal-bengkel-bubut-kini-omset-rp-2-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pecel Lele Omset Miliaran</title>
		<link>http://www.groovylegacy.com/2010/06/pecel-lele-omset-miliaran/</link>
		<comments>http://www.groovylegacy.com/2010/06/pecel-lele-omset-miliaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 12:24:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis makanan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[resto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.groovylegacy.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Di PHK tahun 2006, Rangga Umara yang kreatif dan inovatif mengembangkan bisnis Restoran dengan menu utama adalah Pecel Lele. Dengan modal awal Rp 3 juta dan bekerja sama dengan warung makan di daerah Kalimalang, Jakarta Timur, dimulai lah bisnis nya. Agar produknya lebih dikenal konsumen, ia melakukan berbagai macam promosi, dan juga mengubah bentuk lele [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di PHK tahun 2006, Rangga Umara yang kreatif dan inovatif mengembangkan bisnis Restoran dengan menu utama adalah Pecel Lele. Dengan modal awal Rp 3 juta dan bekerja sama dengan warung makan di daerah Kalimalang, Jakarta Timur, dimulai lah bisnis nya.</p>
<p>Agar produknya lebih dikenal konsumen, ia melakukan berbagai macam promosi, dan juga mengubah bentuk lele yang tampak seram menjadi enak dipandang sehingga merubah image dari makanan rakyat menjadi makanan modern. Salah satu menu yang ditawarkan adalah Lele di fillet (di pisah daging dan tulang).<span id="more-275"></span></p>
<p>Promosi yang nyeleneh dilakukan adalah memfoto tamu restoran , lalu fotonya dipajang di restoran, sehingga tamu merasa disanjung di restoran ini. Tamu menjadi artis, itulah kesan yang diterima.</p>
<p>Telah ada 21 cabang di Jabodetabek, dan akan terus menjangakau Bali, Medan, dan Surabaya. Omset total ke-21 cabang adalah Rp 1,2 M, dengan memproduksi 5-6 kuintal daging lele.</p>
<p>Luar biasa bukan ide kreatif dan keberanian Rangga? Bagaimana dengan Anda ? Berani melangkah dan berkreasi ?</p>
<h5></h5>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.groovylegacy.com/2010/06/pecel-lele-omset-miliaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zynga Poker sumber Penghasilan</title>
		<link>http://www.groovylegacy.com/2010/04/zynga-poker-sumber-penghasilan/</link>
		<comments>http://www.groovylegacy.com/2010/04/zynga-poker-sumber-penghasilan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 02:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Curious]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.groovylegacy.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Per nah bermain zynga poker ? Game keluaran Zynga dan dipasarkan oleh Facebook ? Game ini luar biasa, setelah sekian lama, saya baru mengetahui bahwa game ini bisa menjadikan dompet Anda tebal . Kenapa ? Awalnya game ini dirancang memang untuk kesenangan semata oleh FB  bagi pemilik account FB. Tapi bagi Zynga , semua game [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Per nah bermain <a title="zynga poker" href="http://apps.facebook.com/texas_holdem/" target="_blank">zynga poker</a> ? Game keluaran Zynga dan dipasarkan oleh Facebook ?</p>
<p>Game ini luar biasa, setelah sekian lama, saya baru mengetahui bahwa game ini bisa menjadikan dompet Anda tebal . Kenapa ?</p>
<p>Awalnya game ini dirancang memang untuk kesenangan semata oleh FB  bagi pemilik account FB. Tapi bagi Zynga , semua game yang ada di FB, pastinya memberikan profit bagi Zynga.</p>
<p>Bagi pemain Zynga poker, makin lihai untuk melihat peluang bisnis dari game ini, dengan menjual Chip Poker game ini<span id="more-216"></span></p>
<p>Saya tidak mengetahui pasti, bagaimana pastinya cara mentransfer chip dari A ke B, tapi saya mengetahui bahwa dengan menjual chip ini, Anda bisa meraup Jutaan Rupiah. Bahkan ada yang ber Iklan di media massa untuk menjual chip ini. Luar biasa bukan ?</p>
<p>Bagi Anda pemain game ini, atau Anda yang ingin coba-coba peruntungan di game ini , dan ingin berpenghasilan, kumpulkan dan luangkan waktu Anda untuk mencari Chip sebanyak-banyaknya. Lalu jual lah. Niscaya Anda tidak merasa rugi menghabiskan waktu dan bayar koneksi internet.</p>
<p>Pasanglah kuping Anda lebar-lebar, siapa tahu ada teman / tetangga Anda yang butuh Chip, bisa Anda jual. Semoga berhasil dan sukses..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.groovylegacy.com/2010/04/zynga-poker-sumber-penghasilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Showroom Mobil Bermodal Zero</title>
		<link>http://www.groovylegacy.com/2010/04/membangun-showroom-mobil-bermodal-zero/</link>
		<comments>http://www.groovylegacy.com/2010/04/membangun-showroom-mobil-bermodal-zero/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 11:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Just Curious]]></category>
		<category><![CDATA[otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[showroom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.groovylegacy.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Dua kali mengalami kebangkrutan membuat Olivia harus menerima kenyataan pahit: kehilangan harta benda dan orang yang dicintainya. Tapi ia kini mampu bangkit dan membangun kembali usahanya yakni showroom mobil yang sukses dikembangkan lewat sistem waralaba. Menjadi seorang entrepreneur harus menyimpan nyawa cadangan.Bagitu joke yang sering dilontarkan oleh orang-orang yang terlebih dulu memilih status ini. Resiko [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua kali mengalami kebangkrutan membuat Olivia harus menerima kenyataan pahit: kehilangan harta benda dan orang yang dicintainya. Tapi ia kini mampu bangkit dan membangun kembali usahanya yakni showroom mobil yang sukses dikembangkan lewat sistem waralaba.</p>
<p>Menjadi seorang entrepreneur harus menyimpan nyawa cadangan.Bagitu joke yang sering dilontarkan oleh orang-orang yang terlebih dulu memilih status ini. Resiko yang dihadapi memang tidak ringan. Kebangkrutan dan kegagalan seolah menjadi hal biasa yang bisa datang sewaktu-waktu. Padahal, dampak yang ditimbulkan bisa sangat serius, habis modal dan harta benda yang kita miliki.  Salah satu yang pernah mengalami kisah pahit ini adalah Olivia Antoni, pemilik Franchise Showroom Aldo Mobilindo. Tapi ia tidak menyangka jika kegagalannya dalam berbisnis itu harus dibayar mahal. Semua aset miliknya tiba-tiba ludes yang menyisakan timbunan hutang. Bahkan biduk rumah tangga yang telah dibangun selama bertahun-tahun pun akhirnya hancur. <span id="more-211"></span></p>
<p>&#8220;Rumah tangga saya hancur karena suami saya tidak bisa menerima kondisi demikian. Kami sering bertengkar sampai akhirnya dia meninggalkan kami,&#8221; kenang Olive yang merasa cukup terpukul dengan kejadian tersebut..  Tapi Olivia terdidik menjadi wanita tangguh. Keberaniannya dalam menghadapi resiko bahkan melebihi kaum lelaki. Sedari awal –meski kurang mendapat dukungan dari sang suami&#8211;, ia punya keinginan bisa menggeluti bisnis di bidang otomotif, yakni membuka showroom mobil. Padahal, semua mahfum bisnis ini biasanya hanya bisa dilakukan dengan dukungan atau back up dana yang besar. Uniknya, Olive berani bertarung hanya bermodalkan pengalaman dan data based customer dari tempat sebelumnya.  Sebagai seorang sales girl di perusahaan otomotif Tunas Daihatsu, Cilegon prestasi yang ditorehkan wanita kelahiran 19 Agustus 1976 selama 8 tahun bekerja tergolong mengkilap. Ia selalu mampu membukukan angka penjualan yang tinggi. Bahkan Olive sempat diganjar sebagai The Best Sales Penjualan Terbanyak dan meraih bonus dari ASTRA untuk keliling dunia.  “Awalnya jika ada orang yang mau jual mobil, saya tawarkan ke customer saya. Saya dapat uang fee. Ini berlangsung cukup lama dan ternyata perputaran tabungan uang saya sampai Rp1-2 miliar. Itu tidak saya duga padahal uangnya bukan dari uang saya. Tapi selisihnya menjadi hak saya,” jelasnya.</p>
<p>Kepiawaiannya sebagai sales inilah yang semakin menebalkan keyakinannya bisa berhasil membuka usaha showroom mobil.  Olivia Antoni, Owner Franchise Showroom Aldo MobilindoIa kemudian menyewa sebuah tempat ukuran 4 x 5 meter yang disulap menjadi sowroom sederhana tanpa display unit. Biar terlihat layak saat didatangi customer, Olive terpaksa memajang mobil sendiri dan beberapa mobil temannya. Pendek kata, ia benar-benar membuka showroom mobil dengan modal zero! “Tahun 2005 saya buka. Sampai suatu ketika saya dipercaya Blue Bird untuk menjual mobil bekas taksi mereka. Walaupun ada teman-teman yang menghina showroom tanpa modal, nggak punya duit saya nggak peduli. Toh, saya bisa julan 35 unit-40 unit per bulan. Untungnya kurang lebih 100 juta per bulan, jelas Olive.  Tenyata kepiawaiannya sebagai marketing memberi andil besar untuk kemajuan bisnisnya. Ia lalu memutuskan membuka cabang baru di Kota Serang.</p>
<p>Statusnya meningkat dari seorang ‘makelar’ yang hanya menjual mobil titipan menjadi ‘bos’ yang juga membeli mobil untuk kemudian dijual kembali. Ternyata keputusan ini menjadi bumerang. Jika sebelumnya dengan menjual mobil titipan ia tidak terbebani bunga, tapi kini ia harus menanggung bunga yang jumlahnya cukup besar. “Dan keuntungan saya tersedot kesana. Tahun 2006 saya bangkrut dan meninggalkan hutang sampai Rp 200 juta. Padahal saya hanya punya rumah yang masih kreditan,” kenangnya.  Ibu tiga anak ini baru menyadari jika ternyata setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. “Saya mungkin bisa memasarkan tapi tidak tahu seluk beluk mobil termasuk ke mesin-mesinnya,&#8221; kata Olive. Sadar dengan kesalahan tersebut, Olive kembali bangkit. Ia banyak melahap buku-buku bisnis dan motivasi. Sampai akhirnya dalam sebuah seminar entrepreneur university, ia diajarkan bagaimana caranya membangun aset.  Sejak tahun 2007 Olive membangun 3 aset yang nilainya cukup besar dan di tahun 2008 ia mendapat kepercayaan dari Bank BRI dengan memperoleh kucuran modal hingga Rp2 miliar. Modal sebesar itu, ia digunakan untuk membayar hutang dan dipakai untuk membeli kendaraan yang ia sendiri belum tahu produk knowledgenya.  &#8220;Seharusnya pinjaman dari BRI ini saya gunakan seluruhnya untuk modal usaha. Baru keuntungannya saya pakai untuk mencicil hutang yang ada,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Rupanya keputusan itu melemparkannya ke titik nadir yang kedua. Kebangkrutan yang ia alami di tahun 2008 kali ini lebih parah. Selain, bsinisnya mandek, orang-orang kepercayaanya menyingkir. Bahkan sang  suami yang selama ini mendampinginya pun tidak mau menerima kondisi pahit ini. Alhasil, Olive seperti dihempaskan ke dalam jurang yang paling dalam.  Olivia Antoni, Owner Franchise Showroom Aldo MobilindoKejadian itu alih-alih mematahkan semangat tapi justru memperbesar keinginannya untuk bangkit. Baginya, kebangkrutan itu bukan suatu pilihan tapi proses untuk sukses ke tahap selanjutnya. Jadi, grafik turun naik dalam hidup buat Olive adalah hal yang biasa. ”Saya tidak pernah memikirkan besarnya beban tapi saya memikirkan berapa besar pemasukan yang masuk ke kantong saya. Tidak selamanya akan musim salju terus, pasti akan ketemu dengan musim panas,” begitu ia mengilustrasikan.  Pada saat bangkrut, seseorang seharusnya keluar dari bisnis itu untuk mencari peluang bisnis lain. Keberhasilan baru ini diharapkan bisa mensupport bisnis yang pertamanya agar bisa kembali berjalan. Seperti yang dilakukan Olivia, ketika tidak punya modal untuk jual beli mobil ia memperkenalkan konsep baru yakni membuat showroom mobil yang dijual dengan sistem waralaba.  Memperkenalkan konsep ini tidak gampang, tapi ia berusaha memberi pemahaman yang mudah dan sederhana.</p>
<p>Olive melihat peluang banyak orang yang menginginkan diajarkan membuka showroom mobil tanpa display. “Jika saya butuh waktu 8 tahun untuk bisa mendapatkan pengalaman bagaimana merakasakan kesuksesan dan kebangkrutan termasuk faktor-faktor penyebab kegagalan, maka mereka bisa meguasainya cukup butuh waktu dua tahun,” jelasnya.    Untuk franchise Aldo Mobilindo, Olive mematok harga sebesar Rp45 juta diamana franchisee akan mendapatkan berbagai fasilitas antara lain pendampingan selama 3 tahun, free training marketing, free konsultasi bisnis, free desain outlet dan promosi termasuk membantu melayani pengadaan kendaraan yang dibutuhkan. Ia optimis bisnis waralabanya bakal berkembang. Pasalnya, hanya dalam waktu 4 bulan, ia mampu membuka 24 cabang. Bahkan pihak franchisee yang  pertama kini sudah bisa BEP pada bulan kedua.  Tak hanya sampai disitu, Olive juga mulai merambah ke bisnis Spa. “Kenapa saya bikin ini, karena saya melihat spa kan susah ditemui dan rata-rata mahal. Tapi dengan dibawah 100 ribu mereka bisa melakukan berbagai perawatan disitu,” tambahnya. Usaha yang digeluti kurang dari dua bulan ini sudah memiliki lima outlet. ‘The Family Spa’ milik Olive ini juga dikembangkan dengan konsep waralaba.</p>
<p>“Dengan membayar 35 juta, mitra mendapat 10 terapis yang sudah ditraining serta mendapat pendapingan hingga bisnisnya benar-benar bisa jalan,” punkasnya seembari berpromosi.</p>
<p>disadur dari <a href="http://www.majalahpengusaha.com" target="_blank">www.majalahpengusaha.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.groovylegacy.com/2010/04/membangun-showroom-mobil-bermodal-zero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umur 30 sukses menjadi CEO</title>
		<link>http://www.groovylegacy.com/2010/01/umur-30-sukses-menjadi-ceo/</link>
		<comments>http://www.groovylegacy.com/2010/01/umur-30-sukses-menjadi-ceo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 09:53:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.groovylegacy.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Kegagalan mengelola beberapa bisnis menjadi pelajaran berharga bagi Mada Azhari. Kendati tidak memiliki latar belakang pendidikan media, ia punya ketertarikan yang besar terhadap bisnis media.  Usia muda selalu dipenuhi ide-ide kreatif. Termasuk semangat menyala-nyala yang seringkali membuahkan berbagai keputusan berani. Dalam banyak hal, para entrepreneur muda, khususnya, selalu berprinsip: cepat ambil keputusan, resiko belakangan. Karakteristik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kegagalan mengelola beberapa bisnis menjadi pelajaran berharga bagi Mada Azhari. Kendati tidak memiliki latar belakang pendidikan media, ia punya ketertarikan yang besar terhadap bisnis media. <a href="http://www.groovylegacy.com/wp-content/uploads/2010/01/mada_azhari.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-162" title="mada_azhari" src="http://www.groovylegacy.com/wp-content/uploads/2010/01/mada_azhari-135x150.jpg" alt="" width="135" height="150" /></a></p>
<p>Usia muda selalu dipenuhi ide-ide kreatif. Termasuk semangat menyala-nyala yang seringkali membuahkan berbagai keputusan berani. Dalam banyak hal, para <em>entrepreneur</em> muda, khususnya, selalu berprinsip: cepat ambil keputusan, resiko belakangan. Karakteristik semacam ini sangat lazim dijumpai dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Mereka bahkan tak lagi memandang dunia bisnis sebagai ‘momok’ yang mesti ditakuti.</p>
<p>Keberanian. Itulah yang kerap diajarkan oleh Mada Azhari, pendiri sekaligus pemilik beberapa perusahaan. ”Saya sering menyarankan kaum muda untuk tidak takut terjun ke dunia bisnis. Pilihlah bisnis yang sesuai <em>passion</em>. Karena faktanya banyak pengusaha sukses yang lahir dari sana,” ujar Mada. Pria berusia 29 tahun ini tentu tidak asal bicara. Ia telah melewati beragam pengalaman bisnis dari yang manis hingga yang paling getir.<span id="more-161"></span></p>
<p>Ketika usaianya menginjak 24 tahun, misalnya, Mada ’dipaksa’ menerima tongkat estafet untuk melanjutkan bisnis percetakan yang telah dirintis orang tuanya. Sang ayah, meninggal secara mendadak karena sakit. Maka ia pun harus memikul tanggung jawab atas perusahaan yang sebenarnya sudah merangkak menjadi besar. Sebagai gambaran, dengan omzet mencapai ratusan juta, produknya sudah merambah ke berbagai negara. ”Salah satu produknya adalah stiker bir bintang yang sudah banyak dikenal masyarakat,” kata Mada sembari mengenang.</p>
<p>Namun semuanya berbalik. Keberhasilan yang telah dicapai dan dipupuk selama bertahun-tahun perlahan mulai surut. Mada yang selama ini hanya dilibatkan dalam urusan pemasaran, justru ditipu oleh orang kepercayaan ayahnya. Keterbatasan pengetahuan dalam hal produksi telah dimanfaatkan orang tersebut untuk membuat berbagai proyek fiktif yang merugikan perusahaan. Alhasil, kondisinya terus memburuk. Sampai akhirnya pada tahun 2004 perusahaan tersebut benar-benar bangkrut!</p>
<p>Beban hutang yang ditinggalkan sangat besar, bahkan mencapai ratusan juta. ”Bisa dibayangkan, saya yang masih berstatus mahasiswa harus menanggung kewajiban yang begitu besar. Saya banyak didatangi pihak bank, debt collector hingga para preman yang bertujuan menagih hutang. Benar-benar situasi yang tidak menyenangkan,” tutur Mada. Tapi ia tidak ingin lari dari tanggung jawab. Dengan modal keyakinan pelan-pelan hutang yang begitu besar akhirnya bisa dilunasi.</p>
<p>Itu bukan satu-satunya kisah sedih yang dialami Mada. Masih ada yang lain, tepatnya, ketika ia dan beberapa rekannya mengelola bisnis media dengan menerbitkan majalah Entrepreneur Indonesia (EI). Majalah tersebut awalnya hanya untuk konsumsi mahasiswa serta sebatas lingkungan kampus. Tapi lantaran penyajiannya yang menarik mampu membetot perhatian para pembaca umum.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi kemudian? Keberhasilan EI ternyata mengusik media lain yang sudah ada sebelumnya. “Nama media tersebut ternyata sudah dimiliki oleh sebuah badan usaha di luar negeri. Majalah kami akhirnya disomasi. Tidak tanggung-tanggung, kami dituntut denda sebesar US$5 juta. Sebuah angka yang sepktakuler bagi kami para mahasiswa,” tandas alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.</p>
<p>Setelah berkonsultasi dengan pihak-pihak yang mengerti masalah hukum, Mada menyadari pihaknya kecil kemungkinan untuk memenangkan gugatan tersebut. Selain faktor besarnya gugatan, kasus ini juga masuk dalam wilayah hukum internasional. Artinya persidangan akan dilangsungkan di luar negeri. Maka, tak ada jalan lain, ia dan tim EI memutuskan untuk mengistirahatkan majalah yang sempat menyentuh oplah 5 ribu tersebut. Padahal, seperti diceritakan, beberapa perusahaan besar telah menjalin kerjasama diantaranya, Bank Rakyat Indonesia, Medco Energy, Antam maupun PT. Telkom.</p>
<p>Matinya EI tidak lantas membunuh kreatifitas mereka. Apalagi jejaring yang terbangun sudah sedemikian luas dan bisa menjadi modal penting dalam merancang kembali bisnis sejenis. “Saya sempat vakum beberapa waktu. Sampai akhirnya saya dan rekan-rekan tadi mencoba mendirikan perusahaan Media Citra. Sesuai namanya, kita ingin memberi kontribusi bagi sejumlah korporasi agar citranya kian positif. Bentuknya berupa media internal,” kata pria kelahiran 10 November 1980 ini.</p>
<p>Konsep media internal yang ditawarkan rupanya menarik minat korporasi besar seperti Bakrie. Mereka adalah klien pertama yang menggunakan jasa Media Citra dan berlanjut hingga sekarang. Selanjutnya, sejumlah klien lain mulai bergabung antara lain Arutmin, Bumida, Medco, dan lain-lain. Seiring meningkatnya kinerja dan pamor Media Citra, maka mulai banyak investor yang tertarik meminangnya. Ibarat kembang, Media Citra dikerubuti banyak kumbang.</p>
<p>Kondisi demikian sudah pasti memberikan kebanggan bagi para pendiri, termasuk Mada.  Kendati begitu, mereka menyadari akan dampak dari perubahan yang terjadi. &#8220;Dengan masuknya beberapa invetor maka saham kami menjadi minoritas. Tapi kami puas bisa membesarkan perusahaan tersebut,&#8221; kata Mada yang kini menjabat sebagai salah satu komisaris ini.</p>
<p>Kreativitas Mada tidak lantas mandek sampai disitu. Ia kemudian merancang untuk membesut perusahaan lain. Maka lahirlah Inventco Netmedia. Sebuah <em>internet marketing company</em> yang membantu mengarahkan agar sebuah web bisa dikunjungi ribuan traffic setiap harinya. Namun strategi komunikasi pemasarannya ditentukan berdasarkan target audience. Dengan menentukan keyword secara tepat secara geo targeting maka akan diperoleh hasil yang efektif. “Jadi ada semacam online <em>campaign</em>,” tandas Mada yang menjabat CEO Inventco Netmedia ini.</p>
<p>Responnya cukup besar kendati ia menyadari bahyak perusahaan di Indonesia yang belum aware terhadap internet. “Untuk CEO yang usianya di bawah 35 tahun, atau General Manager yang berusia antara 20-30 tahun biasanya gampang menangkap gagasan perusahaan kita. Tapi kalau usianya di atas 50 tahun agak repot karena urusannya diserahkan ke anak buah,” ujarnya sedikit mengilustrasikan. Meski terbilang sulit, toh beberapa perusahaan besar sudah memutuskan menjadi kliennya. Sebut saja, Padang Digital, Tropicom Utama Furniture, Sampoerna A Mild, Bakrie telecom serta beberapa lainnya.</p>
<p>Tidak puas hanya mengelola Inventco, Mada juga dipercaya mengelola versi online PassionMagz.com. Menurut pria yang menjabat Chief Editior ini, awalnya memang berbentuk majalah yang dikelola oleh sebuah agency. Tapi Januar Darmawan, sang pemilik, memutuskan untuk menutup majalah tersebut dan mengganti menjadi online.</p>
<p>Jika dicermati hampir sebagian besar bidang yang digeluti Mada selalu berkutat dengan media, khususnya online. “<em>Passion</em> saya memang di online,” tegasnya. Lantas apa yang ingin dicapai. “Tergetnya tidak terlalu muluk. Saya hanya berharap Inventco bisa menjadi perusahaan <em>internet marketing</em> terbesar yang bakal diperhitungkan,” pungkas Mada yang juga menjadi mengelola online lintasalumni.com tersebut.</p>
<p>disadur dan edit dari www.majalahpengusaha.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.groovylegacy.com/2010/01/umur-30-sukses-menjadi-ceo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untung Miliaran Rupiah dari Sarang Burung Walet</title>
		<link>http://www.groovylegacy.com/2010/01/untung-miliaran-rupiah-dari-sarang-burung-walet/</link>
		<comments>http://www.groovylegacy.com/2010/01/untung-miliaran-rupiah-dari-sarang-burung-walet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 03:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Curious]]></category>
		<category><![CDATA[walet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.groovylegacy.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Kawasan Ujung Kulon atau wilayah Banten Barat diam-diam menyimpan potensi bisnis yang bernilai tinggi. Di kawasan ini banyak ditemukan usaha rumah sarang burung walet yang sudah berlangsung belasan tahun lalu. Burung walet terkenal dengan sarangnya yang bernilai ekonomis tinggi, sehingga tak mengherankan banyak investor yang membenamkan investasi di bidang rumah sarang burung walet. Beberapa tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kawasan Ujung Kulon atau wilayah Banten Barat diam-diam menyimpan potensi bisnis yang bernilai tinggi. Di kawasan ini banyak ditemukan usaha rumah sarang burung walet yang sudah berlangsung belasan tahun lalu.</p>
<p>Burung walet terkenal dengan sarangnya yang bernilai ekonomis tinggi, sehingga tak mengherankan banyak investor yang membenamkan investasi di bidang rumah sarang burung walet. Beberapa tempat seperti Sumur, Citeurep, Cibaliung, Cikeusik dan lain-lain banyak ditemukan usaha rumah sarang burung walet.</p>
<p>Rouf salah seorang warga Sumur yang bekerja  bertugas menjaga dan merawat salah satu rumah burung walet milik investor asal Jakarta, menuturkan bisnis sarang burung walet sangat menjanjikan dan memiliki banyak tantangan. Selain harus memiliki modal besar hingga ratusan juta rupiah, si investor harus pandai mengelola rumah walet agar tetap betah dihuni oleh walet.<span id="more-155"></span></p>
<p>Namun jika sudah berhasil menjalankan bisnis ini, uang ratusan  juta hingga miliaran rupiah bisa hinggap dengan mudahnya ditangan. Maklum saja dengan harga sarang burung walet Rp 27-30 Juta per kg (200 sarang),  dengan produksi 5-6 kg sarang walet setiap bulannya sudah terbayang berapa pendapatan yang bisa diperoleh.</p>
<p>Ia menjelaskan sebagai langkah awal investor harus mencari rumah yang sudah dihuni walet atau membangun baru minimal  dengan tinggi  rumah 4 lantai (minimal 20 m x 35 m). Bagi gedung baru, tantangannya adalah bagaimana mengundang walet untuk bersarang di rumah baru.</p>
<p>Rouf menjelaskan biasanya untuk mengundang walet dibutuhkan alat audio atau suara peniru walet yang dipasangkan di rumah, selebihnya dilakukan rangsangan lainnya seperti aroma, kotoran walet, udara lembab dan lain-lain. Jika sudah berhasil, ketika walet sudah betah tinggal, maka dalam waktu setahun sarang burung walet sudah bisa dipanen.</p>
<p>Ada hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola sarang burung walet, yaitu rumah walet harus bebas dari hama pengganggu walet antaralain tikus, toke dan kecoa. Selain itu gedung harus diberi fentilasi udara dan  dilengkapi 1 hingga 2 pintu keluar masuk walet dengan ukuran 1 m x 15 cm.</p>
<p>Bagi investor yang ingin berspekulasi, jika rumah sudah terisi walet maka nilai jual rumah walet bisa meningkat ratusan persen. Misalnya ia mencontohkan bagi investor telah  menghabiskan modal hingga Rp 1 miliar maka dalam setahun rumah walet  bisa dijual Rp 3-4 miliar.</p>
<p>Dikatakannya selama ini produksi sarang burung walet kawasan Ujung Kulon diekspor ke Singapura dalam bentuk mentah. Padahal kata dia, sarang burung walet yang berasal dari air liur walet itu, akan  lebih menggiurkan lagi jika diolah terlebih dahulu menjadi barang setengah jadi atau barang jadi karena akan memberi nilai tambah lebih besar.</p>
<p>Ia juga mengatakan sebagai orang yang berurusan dengan walet, ia tidak terlalu tahu banyak hasil manfaat burung walet. Namun kata dia secara tradisional burung walet biasa menyembuhkan sakit panas dan pengobatan kulit oleh masyarakat sekitar.</p>
<p><strong>Risiko Sindikat Pencurian Sarang Walet</strong></p>
<p>Mengiurkannya usaha sarang burung walet bukan berarti tanpa risiko, salah satu risiko yang sering mengancam dari usaha ini adalah sindikat pencurian sarang burung walet yang terorganisir rapih. Jika tak hati-hati, potensi keuntungan ratusan juta bisa hilang dalam hanya sekecap.</p>
<p>Menurut Rouf, sindikat para pencuri burung sarang walet, biasanya mengerahkan banyak cara untuk mendapatkan targetnya. Tak jarang para sindikat tersebut main mata dengan petugas penjaga sarang burung walet.</p>
<p>&#8220;Dulu saya pernah diajak kerjasama, tapi saya tolak. Mereka (sindikat pencuri)  juga senang kerjasama dengan garong,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk menjaga keamanan sarang  burung walet dari tangan-tangan jahil, gedung biasanya hanya dilengkapi satu  lubang pintu besi berukuran kecil untuk keluar masuk penjaga. Pintu dibuat dua lapis untuk memastikan keamanan dengan menggunakan kode akses pintu sehingga sulit bagi pencuri untuk masuk.</p>
<p>Ia menambahkan umumnya para kawanan pencuri sarang burung walet sudah terorganisir dan memiliki jaringan yang kuat. Lagi-lagi diduga bos kawanan pencuri itu berasal dari jaringan di Jakarta, sehingga ancaman bagi investor cukup tinggi.</p>
<p>&#8220;Investor yang baik, biasanya dengan masyarakat sekitar sangat dermawan. Setiap tahunnya memberikan bantuan,masyarakat merasa memiliki dan melindungi rumah walet itu,&#8221; katanya.</p>
<p>disadur dan edit dari www.detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.groovylegacy.com/2010/01/untung-miliaran-rupiah-dari-sarang-burung-walet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Martabak Alim</title>
		<link>http://www.groovylegacy.com/2009/12/martabak-alim/</link>
		<comments>http://www.groovylegacy.com/2009/12/martabak-alim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 03:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Waralaba]]></category>
		<category><![CDATA[martabak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.groovylegacy.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Hidup dari penghasilan pas-pasan bahkan terkadang kurang, membuat pria yang akrab disapa Alim ini gonta-ganti profesi. Mulai dari kuli bangunan, kernet, sopir angkot, sampai tukang mie gerobak pernah dijalaninya. Tekad yang bulat mengubah nasibnya menjadi lebih baik sehingga ia membuka usaha martabak pada 20 November 2007 dengan modal hanya Rp 13 juta yang digunakan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup dari penghasilan pas-pasan bahkan terkadang kurang, membuat pria yang akrab disapa Alim ini gonta-ganti profesi. Mulai dari kuli bangunan, kernet, sopir angkot, sampai tukang mie gerobak pernah dijalaninya. Tekad yang bulat mengubah nasibnya menjadi lebih baik sehingga ia membuka usaha martabak pada 20 November 2007 dengan modal hanya Rp 13 juta yang digunakan untuk kontrak tempat usaha 2 x 2m Rp 6 juta dan beli bahan baku Rp 7 juta.</p>
<p>Waktu booming BreadTalk di daerahnya, ALim meneliti bahwa antrean  di sana disebabkan oleh varian rasa. Hal ini yang menginspirasikan Alim membuka usaha martabak, dan kebetulan pula dia besar dari keluarga penjual martabak.<span id="more-132"></span></p>
<p>Muncul di tengah ketatnya persaingan , ALim menghadirkan varian rasa baru. Tak heran dalam waktu singkat, Alim telah memiliki 3 gerai martabak. Jumlah gerai terus bertambah setelah diwaralabakan sejak 2008. Hingga kini telah ada 89 gerai tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Yogyakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung , Riau, Bangka.</p>
<p>Varian rasa yang disediakan oleh Alim adalah keju, tape keju, kurma keju, cempedak keju, duiran, kacang mede keju, nangka keju, pandan keju, hitam manis keju, anggur, strawberry, blueberry, black currant, mix fruits.</p>
<p>Selain menawarkan varian rasa, juga menyediakan berbagai ukuran, jumbo, unyil, mini, dan spesial. Harga ayang ditawarkan beragam dari Rp 4-10 ribu / buah ukuran unyil, ukuran mini Rp 15 ribu, ukuran jumbo Rp 20 ribu, dan spesial Rp 31-50 ribu. Martabak telur dijual Rp 19-35 ribu.</p>
<p>Untuk yang berminat menjadi mitra harus siapkan dana Rp 120 juta di luar biaya sewa tempat. Investasi sebesar itu sudah termasuk franchisee fee Rp 50 juta untuk 1 x saja, stok bahan baku awal Rp 20 juta, Rp 50 juta dekorasi tempat, peralatan usaha, biaya promosi.</p>
<p><strong>Berminat hubungi</strong> : Martabak Alin Pusat, Villa Nusa Indah Blok T6 no 1 Bekasi. 021-82400147, martabakalim@yahoo.com, www.martabak-alim.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.groovylegacy.com/2009/12/martabak-alim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eks Sopir yang Sukses Jadi Pengusaha Ritel</title>
		<link>http://www.groovylegacy.com/2009/09/eks-sopir-yang-sukses-jadi-pengusaha-ritel/</link>
		<comments>http://www.groovylegacy.com/2009/09/eks-sopir-yang-sukses-jadi-pengusaha-ritel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 06:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://groovylegacy.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:SimSun; panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; mso-font-alt:??; mso-font-charset:134; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}@font-face {font-family:"\@SimSun"; panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; mso-font-charset:134; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" />
<link rel="File-List" href="file:///C:\DOCUME~1\Meteor\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_filelist.xml" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style>st1\:*{behavior:url(#ieooui) }</style>
<p><![endif]--><br />
<style>&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:SimSun;	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;	mso-font-alt:??;	mso-font-charset:134;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}@font-face	{font-family:"\@SimSun";	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;	mso-font-charset:134;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:SimSun;}h5	{mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	mso-outline-level:5;	font-size:10.0pt;	font-family:"Times New Roman";	font-weight:bold;}p	{mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:SimSun;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;</style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;	mso-para-margin:0in;	mso-para-margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:10.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:#0400;	mso-fareast-language:#0400;	mso-bidi-language:#0400;}</style>
<p><![endif]-->
<p style="margin-right: 1in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Mukesh &#8220;Micky&#8221; Jagtiani dikenal sebagai salah satu pengusaha ritel dunia. Dari imperium bisnisnya di bawah bendera Landmark Group, pundi-pundi kekayaannya ditaksir mencapai USD2,5 miliar (Rp25 triliun).</p>
<p> <img src="http://media.onsugar.com/files/ons1/345/3455388/37_2009/image_0.jpg" width="199" height="199" />Kisah hidup Jagtiani tidak dilewati dengan mudah. Banyak hambatan dan rintangan yang mesti dia tempuh. Bahkan dia berkali-kali harus mengalami kegagalan dan kejatuhan. Di masa muda Jagtiani tergolong anak nakal. Pada usia 17 tahun dia gagal menyelesaikan pendidikannya di sekolah akuntansi di London.</p>
<p> Biaya kuliah yang diberikan keluarganya malah dihabiskan untuk mabuk-mabukan dan merokok. Malu kembali ke <st1:country-region w:st="on">Kuwait</st1:country-region>, tempat keluarga besarnya tinggal setelah emigrasi dari <st1:country-region w:st="on">India</st1:country-region>, dia mencoba bertahan hidup di <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">London</st1:place></st1:city>. Jagtiani rela menjadi sopir taksi dan rela tidur di mana saja. Saat hendak memutuskan untuk kembali ke Teluk, tragedi menghampirinya silih berganti.</p>
<p> Saudara laki-laki tertuanya, Mahesh, meninggal karena leukemia. Ayahnya menyusul meninggalkannya untuk selamanya karena diabetes beberapa bulan kemudian. Belum reda air mata, menyusul ibunya meninggal karena kanker. Saat itu Jagtiani baru berusia 21 tahun. &#8220;Saya menjadi yatim piatu,&#8221; ungkap Jagtiani mengenang.</p>
<p> Tak ada keluarga, pekerjaan, dan pendidikan mendorong Jagtiani kembali ke negara asalnya, <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">India</st1:place></st1:country-region>. Di negara asal nenek moyangnya itu Jagtiani mendapat dana warisan keluarganya sebesar USD6.000. Berbekal uang tersebut dia pergi ke <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">Bahrain</st1:place></st1:country-region> dan membuka toko pertamanya. Toko tersebut awalnya disewa oleh saudara laki-lakinya sebelum meninggal. Sebuah toko yang menjual perlengkapan bayi alias <em><span style="font-family: Arial;">baby shop</span></em> adalah toko pertama yang dibuka Jagtiani pada 1973, atau setelah tragedi terus menjenguknya.</p>
<p> Toko tersebut menyediakan kebutuhan bayi para keluarga ekspatriat yang waktu itu membanjiri Afrika Selatan. Karena belum memiliki staf, Jagtiani mengerjakan semua operasional toko sendiri. Berbelanja, melayani, hingga mengepel toko lantai dilakukannya sendiri. &#8220;Saya benar-benar memulainya dari nol,&#8221; tutur Jagtiani.</p>
<p> Dia mengaku tak pernah meninggalkan pekerjaan kasar, bahkan hingga dia mampu menabung. Tak dinyana, dari sebuah <em><span style="font-family: Arial;">baby shop</span></em> kecil tersebut, suami dari Renuka Jagtiani dan ayah dari tiga anak itu kini menjelma menjadi seorang miliarder bisnis ritel dunia di bawah bendera Landmark Group yang berbasis di Dubai.</p>
<p> Lebih dari 840 toko kini telah dimilikinya dan tersebar di 10 negara, seperti di negara-negara Teluk, India, Spanyol dan China. Imperium bisnisnya bahkan bakal semakin tumbuh besar seiring rencana-rencana ke depan. Dikabarkan, Jagtiani berencana mengakuisisi aset bisnis ritel di Inggris dan Amerika.</p>
<p> Beberapa perusahaan ritel yang hendak dibelinya adalah Primark, New Look, dan Abercrombie &amp; Fitch. Zara, Pull and Bear, serta Saks and Bloomingdales juga menarik minatnya.</p>
<p> Berkat kesuksesannya itu Jagtiani pun sempat mendapat beberapa penghargaan. Pada 2007 dia meraih penghargaan Retail Personality of The Year dalam penghargaan tahunan ritel di Timur Tengah.</p>
<p> Sukses tersebut membuat Jagtiani mendapat respek luar biasa di <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Dubai</st1:place></st1:city>. Dia menjadi warga kehormatan di <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Dubai</st1:place></st1:city>. &#8220;Tak seorang pun berani membuka mal di <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Dubai</st1:place></st1:city> tanpa terlebih dulu meminta pendapat Micky. Ini karena semua menaruh hormat padanya,&#8221; kata sumber dekat keluarga kerajaan<o:p></o:p></span></p>
<h5 style="margin-right: 1in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial; font-weight: normal;">Disadur dari www.okezone.com<o:p></o:p></span></h5>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 1in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"><o:p> </o:p></span></p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.groovylegacy.com/2009/09/eks-sopir-yang-sukses-jadi-pengusaha-ritel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciang Tao PPTM 2009 (Part III)</title>
		<link>http://www.groovylegacy.com/2009/08/ciang-tao-pptm-2009-part-iii/</link>
		<comments>http://www.groovylegacy.com/2009/08/ciang-tao-pptm-2009-part-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 09:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://groovylegacy.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Sikap batin yang percaya diri · P.D tingkatkan kwalitas dari kemampuan • Bangkitkan kemampuan yang terpendam • P.D bisa mengatasi kesusahan • Rendah diri / minder = meruntuhkan semangat hidup   Sikap batin yang mengutamakan tindakan nyata • Jangan O.T = omong tok • Jangan malas bertindak • Bertindak dari sekarang • Hanya angan-2, tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" />
<link rel="File-List" href="file:///C:\DOCUME~1\Meteor\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_filelist.xml" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]> <span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui> </span> <mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><br />
<style><!--&lt;!  /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:SimSun;	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;	mso-font-alt:??;	mso-font-charset:134;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}@font-face	{font-family:"Arial Black";	panose-1:2 11 10 4 2 1 2 2 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"\@SimSun";	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;	mso-font-charset:134;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:SimSun;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:275795732;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-166696866 1697576360 -1217262062 928798274 -1918616110 -59076554 -775776460 1406185318 1464630632 -1581505370;}@list l0:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:•;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Arial Black";}@list l1	{mso-list-id:555094974;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:481450714 -98774946 1186653474 198984474 -2014521854 -2018748574 -697001778 -2082811818 298200452 -1486068626;}@list l1:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:•;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Arial Black";}@list l2	{mso-list-id:1153450600;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-919550906 1644170724 1104696206 -903590162 2012272560 255876898 690357256 -329344622 -233289262 -2095679786;}@list l2:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:•;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Arial Black";}@list l3	{mso-list-id:1739018082;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:1622342652 -2025532130 -2027391368 1792416386 865489432 -643025038 -1555518906 -319105028 1790488278 -155828402;}@list l3:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:•;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Arial Black";}@list l4	{mso-list-id:1775510885;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:2087643778 735061080 -1107412646 2089433306 1394634286 970633338 -1482911816 -242557754 1402118298 -636471470;}@list l4:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:•;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Arial Black";}@list l5	{mso-list-id:1834686448;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:95070464 119049028 728117058 1640242436 1736365566 784785694 -298830732 -1101483194 591047308 1095538310;}@list l5:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:•;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Arial Black";}@list l6	{mso-list-id:1944604869;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-1343699114 -634241344 -1173087294 686584772 -1233903538 -795044216 1968704268 692504870 1091596440 -179028786;}@list l6:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:•;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Arial Black";}@list l7	{mso-list-id:2012683101;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-27855670 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l7:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:?;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:Symbol;}@list l8	{mso-list-id:2082555496;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-2028455464 1649717558 238683080 1972645704 1444812524 -739082024 1580343080 -1118905918 1641321202 -278236212;}@list l8:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:•;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Arial Black";}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;} &gt;--></style>
<p><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Sikap batin yang percaya diri<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">P.D tingkatkan kwalitas dari kemampuan<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Bangkitkan kemampuan yang terpendam<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">P.D bisa mengatasi kesusahan<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Rendah diri / minder = meruntuhkan semangat hidup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Sikap batin yang mengutamakan tindakan nyata<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Jangan O.T = omong tok<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Jangan malas bertindak<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Bertindak dari sekarang<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Hanya angan-2, tidak bisa sukses<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Selalu ragu-2, kehilangan kesempatan baik<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Bisa berpikir , harus bisa laksanakan<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Pelaksanaan dengan cara tepat<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Jangan menunggu -&gt; akan terus gagal<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Sikap batin yang mau selalu belajar<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Belajar merubah kehidupan<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Dalam belajar, jangan pantang menyerah<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Punya semangat : hidup sampai tua, belajar pun sampai tua<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Sikap bantin yang berani<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Berani maju, buka pintu sukses<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Berani bukan gegabah/sembrono<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Atasi halangan baru bisa maju<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Orang berani, tidak kenal kata ‘gagal’<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Bertahan hidup harus berani<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Sikap batin yang gembira<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Hidup tergantung dari kondisi hati<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Senyumlah<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Bekerja, harus gembira dan sungguh hati<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Makin gembira, makin sukses<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span><span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Sikap batin yang mengerti cukup<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Jangan nafsu / serakah<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Jangan terlalu perfeksionis<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Ngerti cukup -&gt; batin stabil<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Sikap batin yang damai<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Memantapkan jalan kesuksesan<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Persoalan tidak penting jangan dipendam dalam hati, buat batin tidak tenang<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Mengikuti alamiah -&gt; cara terbaik<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Sikap batin yang penuh harapan<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Ada</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"> harapan, ada kesempatan sukses<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Beri kesempatan bagi diri untuk wujudkan mimpi jadi kenyataan<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Cari harapan di tengah “keputus-asaan”<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: &quot;Arial Black&quot;;"><span>•<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;">Percaya hari esok akan lebih baik<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: Arial;"><o:p> </o:p></span></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.groovylegacy.com/2009/08/ciang-tao-pptm-2009-part-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
